Sabtu, 18 Juni 2011

melihat keatas


Ada pepatah yang mengatakan jangan melihat keatas tapi lihatlah kebawah; Awalnya saya beranggapan bahwa didalam hidup kita melihat orang yang kehidupannya (berkat Alloh) lebih beruntung dibandingkan kita;
Ada nilai filosofi syukur didalam kata-kata tersebut, dan kemungkinan besar sebagian besar diantar kita, akan mengamini hal tersebut, tetapi 2 hari ini saya berfikir lain, setelah saya banyak membaca artikel dan literatr yang saya dapatkan via internet, saya berpendapat bahwa ada filosofi lain dibalik pemahaman tersebut;
Lihatlah keatas, dan bayangkan kita terbang seperti pesawat ulang alik terbang menuju ke atas dan meninggalkan landasannya 


Bayangkan betapa kecilnya jalan-jalan, gedung, perumahan, pepohonan ...
Dan bayangkan betapa kecilnya semua .....
Apakah engkau dapat membayangkan betapa kecilnya kita dihadapan Penguasa Alam pada posisi seperti itu
Apa yang bisa kita lakukan saat itu
Bumi tempat kita berpijak walau hanya digetarkan sedikit saja, bisa membuat kita terpental dan merasa ketakutan
Laut disekitar kita, dengan hanya di tepiskan sedikit saja, bisa membuat tsunami
Demikian juga dengan angin, yang bisa membawa angin puting beliung atau bencana lainnya.
Apalagi hal tersebut dibandingkan dengan hari kiamat :
Al Quran : (22) Al Hajj : Ayat 1-2
“           Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya “
(QS. 22:1-2)
Yang membuat kita merasa besar adalah ego ...
Yang membuat kita merasa hebat adalah nafsu ...

Semoga ini bisa menjadi renungan bagi kita semua
Amiiiin ........




Jumat, 17 Juni 2011

Pengantar

Blog ini saya buat sebagai bahan renungan pribadi saya, terhadap permasalahan-permasalahan hidup dan kehidupan yang sering saya fikir.
Blog ini hanya merupakan rangkuman-rangkuman bahan yang saya dapat setelah hunting di dunia maya, melalui Blog-Blog/ situs yang memuat kajian permasalahan yang kebetulan sedang saya cari jawabannya.
            Inspirasi membuat blog, awalnya berawal dari ketertarikan saya terhadap dunia maya, yang menurut saya merupakan media dakwah yang menguntungkan, karena kewajiban kita untuk menyampaikan kebenaran walaupun hanya satu ayat.
            Mohon maaf saya haturkan kepada para penulis yang telah bersusah payah mencari bahan/ memikirkan dan kemudian menuangkannya didalam tulisan, apabila ada tulisan/ hasil pemikirannya yang saya copy dan paste-kan didalam blog saya, dan saya doakan semoga hal tersebut menjadi kebaikan kepada mereka seluruhnya yang saya anggap guru, karena telah berbagi dan memberikan manfaat dari ilmu mereka.
            Semoga niat baik ini mendapat ridho dari Alloh, Amiin ya robbal Alamin.

Penulis..
             
           
           
           

Rabu, 15 Juni 2011

Lambang Yahudi 2

Berbagai Lambang Yahudi Yang Ada di Sekitar Kita


Lambang atau Logo Perusahaan Indosat menyerupai sebuah segitiga sama sisi dengan tiga ujung yang sama jaraknya satu sama lain menunjukkan bahwa nilai-nilai ini sama. Simbol yang diadopsi oleh kaum Mason ini dikenal sebagai Bintang David; simbol ini merupakan sebuah segi enam yang terbentuk dari peletakan sebuah segitiga sama sisi terbalik di atas segitiga sama sisi lain. Saat ini simbol ini dikenal sebagai simbol Yahudi dan muncul pada bendera Israel. Namun sebenarnya, asal usul simbol ini adalah dari Mesir Kuno.

Emblem ini pertama kali diciptakan oleh para Ksatria Templar yang mulai mereka gunakan sebagai simbolisme pada dekorasi dinding di gereja-gereja mereka. Ini karena merekalah yang pertama kali menemukan di Yerusalem beberapa fakta penting tentang agama Kristen. Setelah para Templar disingkirkan, emblem ini mulai digunakan di sinagog-sinagog.

Namun di dalam Masonry, kita tak diragukan lagi menggunakan simbol ini dengan pengertian universal sebagaimana pada masa Mesir Kuno. Dengan pengertian ini, kita telah menggabungkan dua kekuatan penting. Jika Anda hapus dasar dari kedua segitiga sama sisi, Anda akan menemukan simbol aneh yang sangat Anda kenal.

Lambang atau Logo kedokteran Indonesia menyerupai persis dengan logo Brotherhood of the Snake atau Kelompok Persaudaraan Ular, merupakan nama sebuah kelompok pengikut iblis yang paling awal lahir di dunia. Dari berbagai literatur sejarawan Barat, seperti yang ditulis J. Robinson dalam ‘The Secret Society’, kelompok persaudaraan ular inilah yang mengemban misi menyebarkan kesesatan kepada umat manusia sejak zaman Nabi adam a.s. hingga zaman kiwari.

Bahkan diduga kuat jika dari kelompok inilah lahir gerakan-gerakan penyesatan terhadap agama-agama samawi dunia. Kabbalah dan Talmud, sebagai doktrin iblis yang sampai sekarang dipercaya dengan segenap jiwa dan raga oleh kalangan Zionis sebagai pandangan hidup, juga berasal dari kelompok ini.

Di zaman purba, kelompok iblis ini menyempal di banyak pusat peradaban dunia. Mereka menjadi penasehat Raja Namrudz dan menghasut agar Ibrahim a.s. dibunuh. Saat Firaun berkuasa, mereka menamakan diri sebagai para pendeta Amon yang berada di lingkaran elit kekuasaan, lewat salah seorang tokohnya yang bernama Samiri (Shamir), mereka berupaya untuk terus menyesatkan Bani Israil dan menentang Musa a.s.

Di zaman Nabi Isa, kelompok iblis ini menjadi provokator bagi upaya pengejaran yang dilakukan Raja Herodes dan mereka dikenal sebagai para pendeta Sanhendrin. Bagi yang pernah menonton film The Passion of The Christ (disutradarai oleh Mel Gibson yang anti Zionis) yang menuturkan kisah penderitaan Yesus sebelum disalib (menurut versi Barat), kita akan bisa melihat di mana setiap kali kelompok Sanhendrin mencerca dan memaki Yesus, maka iblis selalu menampakkan diri di tengah-tengah kelompok ini.

Ke dalam Yudaisme, mereka merusak Taurat dan membuat Talmud yang dinyatakan mereka sebagai kitab suci yang lebih mulia ketimbang Taurat Musa. Ke dalam ajaran Nabi Isa a.s., mereka mengubah ajaran Isa a.s. yang sebenarnya terbatas hanya untuk kaumnya, menjadi sebuah ajaran yang ekspansif lewat tangan seorang Yahudi dari Tarsus bernama Paulus yang membuat Injil Perjanjian Baru. Ke dalam agama Islam, seorang Yahudi dari Yaman bernama Abdullah bin Saba’ pun bekerja untuk memecah umat tauhid ini menjadi dua golongan: Sunni dan Syiah. Inilah kerja kelompok ular yang sangat memusuhi ajaran yang lurus.

Di mana mereka berada, mereka selalu memberi sinyal keberadaan mereka dengan simbol-simbol ular. Mahkota emas Firaun di depannya ada lambang dua ular. Kuil Laelarium kota maksiat bernama Pompeii yang kemudian dihancurkan Allah lewat meletusnya Gunung Vesuvius namun bukti-bukti keberadaannya masih lestari hingga detik ini, juga terdapat banyak simbol-simbol ular. Demikian pula dengan simbol-simbol para Dewa Matahari yang bertebaran di muka bumi sampai ke Amerika Latin



Bagaimana sampai logo-logo mereka (bangsa mesir) dipakai oleh lambang-lambang negara dunia termasuk Lambang Negara garuda pancasila menyerupai logo dewa horus (Itulah mengapa bangsa kita selalu dirundung musibah, bukannya menggunakan simbol Islam tapi simbol milik Firaun)? Apa pertalian darah ajaran Firaun dengan ajaran Hindu yang sama-sama menyembah sapi, menghormati ular kobra, memiliki sama-sama dewa matahari/surya, dewa sungai nil/gangga, dll? Bagaimana dengan uang 1 dollar amerika yang jelas-jelas bergambar piramid dengan berbagai simbol Freemasonry-nya (perlu anda ketahui anggota senator yang mengendalikan jalannya pemerintahan Amerika dibelakang layar adalah kebanyakan orang Yahudi)?
 sumber : http://forum.detik.com/

Selasa, 14 Juni 2011

Karakter Yahudi


Hari-hari umat Islam Palestina mengalami nasib yang tragis. Dijajah, dibantai dan ditindas oleh orang-orang Yahudi. Padahal Yahudi telah mendapatkan 90% tanah Palestina, sebelumnya hanya memiliki 5%. Dengan cara menyerang, kemudian menduduki dan menjajah Palestina. Untuk itu marilah kita pahami karakter khas mereka. Sehingga kita tidak mudah melupakan kejahatan-kejahatan Yahudi sepanjang sejarahnya.
Sejarah Yahudi Madinah
Menurut sejarah orang-orang Yahudi adalah keturunan Israil. Dalam tafsir Ibnu Katsir, Al Qurthubi dan Jalalain, Isra’il adalah nabi Ya’qub. Jadi bani Israil adalah keturunan Nabi Ya’qub. Menurut catatan KH. Munawar Khalil, kira-kira tahun 1800 SM, nabi Ya’qub pindah dari Kan’an (Palestina) bersama anak cucunya ke Mesir. Yaitu setelah Nabi Yusuf as, puteranya menjabat sebagai raja Mesir. Kemudian nabi Ya’qub wafat pada tahun 1689 SM, disusul Nabi Yusuf pada tahun 1635 SM.
Meskipun demikian bani Israil tetap tinggal di Mesir hingga 300 tahun iamanya. Setelah itu mereka hidup dibawah kekuasaan Fir’aun. Mereka ditindas, dibunuh dan diintimidasi. Akhirnya berkat pertolongan Nabi Musa mereka berhasil keluar dari Mesir dan kembali ke Palestina.
Allah swt berfirman: “Dan (Ingatlah) ketika kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan” (QS Al Baqarah [2]: 49-50).
Setelah Nabi Musa wafat, pimpinan diserah-kan kepada Nabi Ilyas as, selanjutnya kepada nabi llyasa as. Setelah Nabi llyasa wafat, mulailah keadaan dan kehidupan mereka menjadi kacau balau, kocar-kacir dan tidak kaaian. Ajaran Taurat mulai mereka tinggalkan sehingga mereka menjadi lemah, rendah dan hina dina. Untung mereka memiliki pemimpin yang gagah berani bemama Samuel. Lalu Samuel menunjuk Shawel untuk mengendalikan pemerintahan. Setelah Shawel wafat, kemudian digantikan oleh Nabi Dawud as. Raja Dawud memegang kerajaan kira-kira pada tahun 1058 s.d. 1017 SM.
Selanjutnya Bani Israil hidup dibawah kerajaan Nabi Sulaiman. Pada masa ini, Bani Israil hidup damai, makmur dan sentosa. Yaitu lebih kurang 400 tahun lamanya. Setelah Nabi Sulaiman as wafat, kerajaan mereka terbagi menjadi dua. Yaitu kerajaan Israil dengan ibukota Samaria. Dan kerjaan Yahudi dengan ibukota Darus Salam (Yerusalem).
Tahun 722 SM, kerajaan Israli jatuh ke tangan raja Salmannasar. Dan tahun 586 SM, kerajaan yahudi diserbu raja Nabukadnesar. Lalu pada tahun 539 SM raja Cyrus dari Persia menaklukkan Babylonia. Tidak berapa lama bangsa Mesir berhasil merebut Negara kaum Yahudi dari kekuasaan bangsa Persia. Selanjutnya mereka ditaklukkan oleh bangsa Romawi dengan rajanya Augustus. Pada masa itulah nabi Isa as dilahirkan. Dalam kekuasaan Mesir dan Romawi itulah, bani Israil mengalami berbagai macam penderitaan dan kesengsaraan.
Pada tahun 70 SM mereka berupaya melakukan pemberontakan. Namun gagal. Justru akhirnya mereka diperbudak dan diusir dari negerinya oleh raja Romawi (Titus). Mulailah sejak saat itu mereka hidup terlunta-lunta di berbagai negeri (diaspora). Sebagian diantara mereka mengembara dan menetap di semenanjung Arabia. Diantaranya adalah tiga suku besar Yahudi yang tinggal di Yatsrib (Madinah). Yaitu bani Qainuqa, bani Nadhir dan bani Quraizhah. Di kota Madinah inilah mereka menunggu kedatangan Nabi terakhir yang diharapkan akan membantu membangkitkan kejayaan mereka kembali. Namun karena sifat iri dan dengkinya justru mereka memusuhi Rasulullah. Disebabkan Nabi Muhammad bukan keturunan Israil.
Allah swt berfirman: “Dan setelah datang kepada mereka Al-Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, Maka setelah datang kepada mereka apa yang Telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu” (QS. Al-Baqarah [2]: 89).
Di Madinah mereka menguasai pusat-pusat ekonomi dan bisnis. Dengan kelicikannya tiada henti-hentinya mereka memprovokasi dan mengadu domba suku Aus dan Khazraj agar selalu ribut dan perang. Allah swt berfirman: “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. dan Sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: – Sesungguhnya kami Ini orang Nasrani. – yang demikian itu disebabkan Karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) Karena Sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri” (QS Al-Maaidah [5]:82).
Kompetensi Yahudi
Rasulullah dan sahabatnya memiliki kompetensi yang luar biasa. Mulai dari tabligh, amanah, fathonah dan Sidiq. Yahudi justru kebalikannya. Yaitu memiliki kompetensi inti yang membawa kepada kerusakan, perkelahian dan kehancuran.
1.            Iri dan dengki.
Karakter dan kompetensi khas Yahudt adalah iri dan dengki. Allah swt berfirman: “Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang Telah diturunkan Allah, Karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat muika sesudah (mendapat) kemurkaan dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan” (QS Al Baqarah [2]:90)
Menurut tafsir Depag yang dimaksud adalah karena Allah menurunkan wahyu (kenabian) kepada Muhammad saw. Kemudian mereka, Yahudi, mendapat kemurkaan yang berlipat-ganda. Yaitu kemurkaan karena tidak beriman kepada Muhammad saw dan kemurkaan yang disebabkan perbuatan mereka dahulu, yaitu membunuh nabi, mendustakannya, merobah-robah isi Taurat dan sebagainya.
Senada dengan itu adalah pendapat imam Ibnu Katsier. Beliau berkata, “Orang Yahudi telah memilih untuk diri mereka kafir kepada Nabi Muhammad saw, karena hasad dan iri hati. Sebab Allah menurun-kan karunia berupa kenabian dan wahyu kepada seorang dari bangsa Arab. Untuk itu mereka kembali mendapat murka Allah. Yaitu ketika mereka menyembah anak sapi lalu kafir terha-dap nabi Muhammad saw. Atau karena kafir terhadap nabi Isa as dan kafir terhadap nabi Muhammad saw dan Al Qur’an“.
2.            Membunuh dan mengusir kaumnya sendiri.
Yahudi adalah pembunuh berdarah dingin. Mereka siap membunuh siapa saja orang diluar kelompoknya. Bahkan sesama Yahudi juga saling usir dan saling membunuh. Tak terkecuali kepada para utusan Allah yang hadir di tengah-tengah mereka untuk memberikan bim-bingan dan petunjuk ke jalan yang lurus.
Allah swt berfirman: “Dan (ingatlah), ketika kalian berkata: ‘Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya’. Musa berkata: ‘Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai peng-ganti yang lebih baik ? pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta. Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dariAllah. hal itu (terjadi) Karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabiyang memang tidak dibenarkan. demikian itu (terjadi) Karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas” (QS. Al Baqarah [2]: 61)
Abdullah bin Mas’ud RA berkata, “Pernah terjadi bani Israil dalam satu hari membunuh tiga ratus nabi. Setelah iiu mereka melanjutkan pasaran rempah-rempahnya disore hari“. Tentang pembunuhan diantara mereka, Allah berfirman: “Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan“. (QS. Al-Baqarah[2]:72).
Di dalam ayat lain, Allah swt berfirman: “Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolong-an daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu tertiadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu, apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terthadap sebahagian yang lain? tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembali-kan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat“. (QS Al-Baqarah [2]: 85).
Dalam tafsir Depag dikatakan bahwa ayat Ini berkenaan dengan cerita orang Yahudi di Madinah pada permulaan Hijrah. Yahudi Bani Quraizhah bersekutu dengan suku Aus, dan Yahudi dari Bani Nadhir bersekutu dengan orang-orang Khazraj. Antara suku Aus dan suku Khazraj sebetum Islam, selalu terjadi persengketaan dan peperangan yang menyebabkan Bani Quraizhah membantu Aus dan Bani Nadhir membantu orang-orang Khazraj. Sampai antara kedua suku Yahudi itupun terjadi peperangan dan tawan menawan. Karena membantu sekutunya. Tapi jika Kemudian ada orang-orang Yahudi tertawan, Maka kedua suku Yahudi itu bersepakat untuk menebusnya kendatipun mereka tadinya berperang-perangan.
3.            Bakhil, pelit dan medit.
Yahudi adalah manusia yang sangat loba. Sangatcinta kepada dunia sehingga mereka ingin hidup ribuan tahun lamanya, Allah swt berfirman: “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umurpanjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan“. (QS Al-Baqarah [2]: 96).
Menurut Imam Al Qurthudi dan Imam Ibnu Katsier yang dimaksud dengan mereka (hum) adalah Yahudi. Dengan demikian sangat tegas dan jelas bahwa Yahudi adalah orang-orang yang rakus, loba, pelit dan medit. Yaitu orang-orang yang ingin hidup terus serta kafir dengan hari kebangkitan atau hari kiamat. Padahal hal ini merupakan salah pondasi dari keimanan.
4.            Pendusta
Yahudi adalah bohong kelas wahid. Mereka menyembunyikan kebenaran. Menukar yang hak dengan yang bathil. Mengubah ayat-ayat Allah serta menju-alnya dengan harga yang murah, Allah swt berfirman: “Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu Mengetahui“. (QS Al Baqarah [2]: 42)
Di dalam ayat lain, Allah swt berfirman: “Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?” (QS Al Baqarah [2]: 75).
Menurut tafsir Depag, yang dimak-sud ialah nenek-moyang mereka yang menyimpan Taurat, lalu Taurat itu diubah-ubah oleh mereka, di antaranya sifat-sifat nabi Muhammad saw yang tersebut dalam Taurat itu.
Allah swt berfirman: “Maka Kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan“. (QS. Al-Baqarah [2]:79).
As Suddi berkata, “Dahulu ada beberapa orang Yahudi menulis surat-surat yang dibuat sendiri, lalu dijual kepada orang Arab dan mereka berkata, ‘Itu dari kitab Allah’, untuk mendapatkan harga“.
5.            Pengkhianat.
Mereka juga terkenal sebagai makhluk yang suka berkhianat dari dulu
hingga hari ini. Mereka mengkhianati perjanjian Madinah yang disepakati
bersama antara Rasulullah, muhajirin, Anshar dan penduduk Madinah lainnya.
Contohnya mereka mengkhianati pasal 45 dan 47 Piagam Madinah yang ber-
bunyi, “Orang-orang Yahudi bekerjasama dengan kaum muslimin dalam mengumpulkan biaya perang, selama terjadi peperangan. Mereka saling tolong menolong dalam menghadapi orang-orang yang memerangi isi perjanjian“. Tapi apa balasan Yahudi. Ternyata mereka bersekongkol dengan musyrikin Quraisy untuk mencelakakan Rasulullah saw beserta sahabatnya dalam perang ahzab. Para tokoh Yahudi berangkat ke Mekkah untuk mendorong kaum musyrikin Ourasy melancarkan perang terhadap Rasulullah. Tokoh-tokoh Yahudi berkata, “Kami akan berperang bersama-sama kalian hingga berhasil menghancurkannya“.
Lebih parah lagi, para pendeta Yahudi berusaha keras meyakinkan penyembah berhala bahwa berperang melawan Muhammad saw adalah kebenaran yang harus dilaksanakan. Mereka menyatakan kepercayaan orang-orang Ourasy jauh lebih baik daripada agama Islam. Dan tradisi-tradisi jahiliyyah lebih baik daripada ajaran-ajaran Al Qur’an. Tentu saja musyrikin Qurasy menyambut gembira uluran tangan Yahudi.
Mereka juga berkhianat kepada nabi Musa as dan Allah swt. Sebagaimana firman Allah berikut ini: “Dan (ingatlah), ketika kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling“. (QS. Al-Baqarah [2]: 83).
Tapi apa yang dilakukan Yahudi ? Justru mereka menyembah anak sapi (‘ijla). Saling mengusir, saling menawan, berperang dan saling membunuh diantara mereka, Allah swt berfirman: “Dan (ingatlah), ketika kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, Kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya “. (QS Al Baqarah [2]: 84).
Pengkhianatan Yahudi itu terjadi hingga hari ini. Sejarah modern juga penuh dengan catatan sikap ingkar dan mengotak-atik perjanjian yang dilakukan oleh Yahudi. Pada tahun 1967, belum lewat sehari dari pemyataan dan janji Israel yang telah ditegaskan AS bahwa Israel tidak akan mendahului menyerang kawasan Arab. Tiba-tiba secara serentak tentara Israel menyerang berbagai Negara Arab: Mesir, Yordania dan Suriah. Mereka mencap-lok berbagai kawasan Arab seperti gurun Sinai dan dataran tinggi Ghalan. Bahkan pada tanggal 14 Desember 1984, Sidang Umum PBB mengeluarkan surat keputusan bemomor: 146/39b yang menyebutkan bahwa file-file khusus tentang Israel serta praktek politik dan tindakan-tindakan Negara itu, menguatkan tuduhan bahwa Israel bukanlah Negara cinta damai. Israel bahkan terbukti sebagai Negara yang selalu mengingkari prinsip-prinsip kesepakatan Internasional atau perjanjian-perjanjian yang telah ia sepakati sendiri.
6.            Provokator
Mereka juga terkenal sebagai provokator yang ulung. Para pembesar dan pendeta mereka senang mengadu domba dan mencaci maki Rasulullah saw beserta sahabatnya. Diantaranya adalah sikap Huyayyi bin Akhtab dan Yasir bin Akhtab yang sangat dengki dengan kaum muslimin dan berusaha memurtadkan orang-orang yang telah beriman.
Namun kejahatan gembong Yahudi tersebut dibongkar oleh Allah swt sebagai-mana firman-Nya: “Sebahagian besar ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu behman, Karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran“. (Al-Baqarah 109).
Belum lagi provokasi mereka dalam bentuk ejekan kepada Rasulullah, Al Qur’an dan Al Islam. KH. Moenawar Khalil mencatat ada 25 kasus provokasi
yang dilakukan oleh para pendeta dan kaum Yahudi.
7.            Pengecut
Bangsa Yahudi sebenarnya adalah bangsa pengecut, pembual dan bermulut besar. Mereka adalah penakut. Sayang hari ini justru umat Islam takut sama Yahudi. Akibatnya kini umat Islam taklukdi bawah ketiak Yahudi. Baik dari sisi ideologi, politik, ekonomi, sosial, seni, budaya dan sistem informasi, apalagi militer.
Allah swt berfirman: “Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah nabi Musa, yaitu ketika mereka Berkata kepada seorang nabi mereka: ‘Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah’. nabi mereka menjawab: ‘Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang’. mereka menjawab: ‘Mengapa kami tidak mau berperang dijalan Allah, padahal Sesungguhnya kami Telah diusir dari anak-anak kami?’. Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka dan Allah Maha mengetahui siapa orang-orang yang zalim“. (QS Al-Baqarah [2]:246).
Yang dimaksud seorang raja disini adalah Samuil. Raja yang lurus dan mengajak bani Israil untuk mengesakan Allah swt, yaitu kembali kepada ajaran nabi Musa as serta membebaskan mereka dari penindasan orang-orang Mesir.
Tapi anehnya sebagian besar diantara mereka adalah pengecut dan hanya omong besar. Kenyataannya takut melakukan perlawanan dan peperangan melawan para penjajah. Allah swt berfirman: “Mereka berkata: ‘Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasuki nya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, Karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami Hanya duduk menanti disini saja“. (QS Al Maaidah [5]:24).
Lihatlah sikap pengecut bangsa Yahudi. Mereka membiarkan nabinya berjuang sendirian. Sementara mereka lebih suka duduk-duduk saja.

LAMBANG YAHUDI DISEKITAR KITA


Angka 666

Angka 666 dalam bhs Latin bisa diartikan sebagai DIC LVX = “dicit lux” – suara cahaya. Maklum setan dalam bhs Latin sering diberi nama sebagai Lucifer (Lux Ferre) atau sipembawa cahaya. Dalam istilah astrologi disebut juga sebagai Bintang Fajar atau Venus atau planet ke-enam terbesar dalam tata surya kita.
Number of The Beast
666 dalam angka Rumawi = DCLXVI atau dalam arti kata lain dalam angka 666 tsb telah dapat merepresentasikan seluruh angka yang terdapat dalam angka Rumawi (D = 500, C = 100, L = 50, X = 10, V = 5, I = 1).
Semua yang buruk dan jahat konon mempunyai kaitannya dengan angka 666 seperti roulet, apabila semua angka di meja roulet dijumlahkan akan menjadi 666. Berzinah itu dosa berat maka dari itu angka 666 dalam bhs Yunani mempresentasikan XES (sex terbalik) atau Χ Ξ Σ (Chi Xi Sigma) sebab dalam bhs Yunani maupun Ibrani abjad mereka itu juga identis dengan angka. Begitu juga dengan nama dari Kaiser Nero dalam bhs Ibrani ini bisa ditulis dengan angka 666 (Neron Kesar). Racun yang mematikan adalah racun 666 = racun Hexachloride yg diambil dari formula kimia C6H6Cl6.
Hal inilah yang menyebabkan angka 666 selalu diidentikkan dengan Satanisme atau hal-hal yang berbau pemujaan setan.
Satanic Symbol
Simbol atau lambang klenik (gaib) adalah sarana kekuatan yang digunakan pengikut aliran sesat untuk memohon bantuan kekuatan jahat dalam dunia gaib dan pemujaan setan. Tetapi penggunaannya baru bisa efektif jika dalam bentuk tiga dimensi.
Simbol digunakan orang untuk menarik perhatian kekuatan gelap. Sebagian besar dari kita belum sepenuhnya menyadari kekuatan misterius dari simbol-simbol yang digunakan. Terkadang kita menggunakannya sebagai kalung yang melingkari leher, jadi gelang di pergelangan tangan, atau menyimpannya di dalam kamar. Hati- hati! Simbol-simbol itu sesungguhnya bukan gambar tak bermakna. Tapi ada kekuatan jahat di baliknya.
Waspadalah, di mana pun terdapat pengaruh klenik, simbol-simbol ini pasti digunakan, khususnya yang berhubungan dengan kekuatan jahat. Kuasa kegelapan sudah pasti mengenal simbol-simbol ini dengan mudah. Jadi, bila Anda termasuk salah seorang pemilik simbol-simbol ini dan menggunakannya, kemungkinan besar akan mudah dipengaruhi oleh setan. Inilah beberapa simbol setan:
Ankh

Sepintas lalu simbol ini mirip dengan salib dalam ajaran kaum Nasrani. Tapi tidak. Gambar ini sama sekali tak ada hubungannya dengan salib. Ankh merupakan salah satu simbol kekuatan terdahsyat dari dunia mistik hitam. Bila ditelusuri sejarahnya, Ankh berasal dari mistik Mesir kuno. Pada masa itu Ankh dipergunakan dalam upacara pemujaan RA, dewa matahari Mesir kuno yang diyakini sebagai wujud lain dari setan. Ra juga dianggap sebagai pencipta alam semesta dan disembah oleh orang-orang Mesir kuno. Lingkaran di atas kepala adalah gambaran matahari.
Ankh merupakan simbol reinkarnasi. Namun konsepnya berbeda dengan pengertian ajaran Budha dan Hindu. Dalam ajaran Mesir kuno, Ankh bermakna sebagai keabadian hidup. Syarat utama untuk menggunakan simbol ini, orang-orang Mesir kuno diwajibkan mempersembahkan kesucian para gadis perawan dalam sebuah pesta ritual yang menyeramkan.
 Pentagram
 Simbol ini sering digunakan oleh para tukang sihir perempuan dalam melakukan prakteknya. Pentagram berhubungan dengan Lucifer dan tukang sihir perempuan percaya bahwa Lucifer berarti “putra sang pagi”. Ada beberapa kebenaran dalam gambaran tentang setan yang dilukiskan sebagai seorang ‘malaikat penerang’ dan merupakan salah satu makhluk terindah yang pernah diciptakan. Karena itu, rasa bangga dan kesombongan telah menguasai diri Lucifer. Karena sifat juga yang membuatnya terpuruk dalam kesesatan.
Jika pentagram ini diputar secara terbalik, bentuknya jadi semacam bintang yang “bertanduk”. Atau bila diamati secara seksama. simbol bintang ini dalam perputarannya seakan-akan membentuk wajah setan. Dan sampai saat ini Pentagram dijadikan sebuah simbol yang dipergunakan seluruh gereja setan di dunia.
Hexagram

Disebut Hexagram karena berbentuk bintang segi enam. Hexagram sering dipergunakan dalam upacara ritual mistik dalam dunia gaib hitam. Simbol ini harus tersedia ketika memanggil setan secara berulang-ulang selama ritual berlangsung. Kata ‘Hex’ berasal dari lambang ini.
Terdapat sebuah catatan penting yang menyangkut Hexagram yang pernah digunakan pesulap terkenal Cellini. Dulu, ia dan muridnya, Cenci, mencoba menantang setan-setan dari dalam sebuah lingkaran yang telah dilukiskan di atas tanah di Coliseum (stadion besar), kota Romawi.
Kebanyakan para setan memang akan muncul bila diundang, tapi justru kehadiran itu merusak ritual. Tapi Cellini yakin, selama ia dan muridnya berada dalam lingkaran akan aman dari serangan setan. Pada saat itu Cenci mengaku telah melihat lima sosok setan besar berusaha sekuat tenaga untuk menembus lingkaran Hexagram.
Dalam spiritual Cina, I Ching, Hexagam juga dipergunakan dengan kombinasi garis lurus dan garis putus yang berhubungan dengan energi “Yin” dan “Yang”. Hexagram, pada dasarnya sama sekali tidak menunjukkan pengertian yang bisa bikin bulu kuduk berdiri
Tanduk Unicorn


Jika uang merupakan sebuah problema, simbol ini diyakini bisa menawarkan bebarapa solusi secara mistik. Pertama kali digunakan para pendeta Druid di Skotlandia dan Irlandia. Biasanya, tanduk Unicorn dipakai dalam upacara ritual untuk meminta bantuan keuangan kepada setan. Nama lain untuk simbol ini adalah “tanduk Italia”, “tongkat sihir peri” atau “tongkat Leprechaun”.
Dalam mitologi Indian, simbol tanduk sering disebut-sebut. Kelihatannya seperti lambang kemaluan lelaki. Bila diamati secara seksama, pada beberapa pakaian, simbol seperti ini tampak melingkari leher si pemakai. Sementara di daratan Eropa, simbol unicorn dianggap berhubungan dengan persoalan seksualitas dan merupakan sebuah simbol kekuatan seks. Legenda Unicorn terdapat dalam kisah-kisah kaum Nasrani, Islam, Cina, dan Indian.

Scarab

Kata Scarab berasal dari bahasa latin; Scarabaeus Sacer. Ia termasuk salah satu hewan anggota dari keluarga kumbang. Orang-orang Mesir kuno meyakini tipe kumbang jenis ini sebagai sesuatu yang keramat, disucikan dan dijadikan simbol, tanda, atau jimat.
Scarab digunakan dalam upacara ritual untuk memohon hal-hal yang menyesatkan dan kotor. Sedangkan nama lain yang lebih tepat untuk kumbang satu ini adalah “Dung” (maaf, tahi!). Mungkin karena hobinya yang gemar menggali lubang di dekat tumpukan kotoran. Selain untuk tempat bertelur, juga untuk tempat penyimpanan makanan.
Di daerah tropis, bukan hal aneh bila menemukan kumbang kotoran mempermainkan gumpalan kotoran sebesar apel dengan tubuhnya. Menjijikan memang, tapi itu pula sebabnya mengapa para tukang sihir wanita suka menggunakan kumbang dalam praktek-praktek sihirnya.
Eye of Horus


Horus adalah sosok dewa yang berhubungan dengan matahari. Ia merupakan putra dari Isis dan Osiris. Mata Horus merupakan simbol mistik dari kekuatan gelap yang bermakna ‘Maha Tahu’ dan ‘Maha Melihat’. Biasanya ia dilukis dalam hieroglips (Tulisan Mesir kuno) di dinding-dinding Piramid.Osiris adalah sang raja sekaligus hakim kematian. Ia suami dan juga abang dari Isis. Ia juga merupakan sosok dewa senior tertinggi dalam kepercayaan Mesir kuno.
Biasanya, Osiris sering digambarkan sebagai figur laki-laki dengan janggut menghiasi dagu dan dibungkus seperti mumi. Di atas kepalanya bertengger sebuah mahkota yang dikenal dengan nama ‘Mahkota Atef’. Biarpun ia pernah mati dalam peperangan, tapi toh ia bisa dihidupkan kembali oleh putranya, Horus. Isis adalah dewi kesuburan dan ibu dari Horus. Selain di Mesir, ia dikenal juga sebagai salah satu dewa dalam legenda-legenda Yunani dan kekaisaran Romawi.
Isis’s crescent moon
Melengkapi pembahasan Mata Horus, bulan sabit digunakan sebagai simbolisasi dari Isis. Identitas lainnya adalah Diana, sang Ratu Surga. Kitab-kitab kuno mengkisahkan riwayat keturunannya berasal dari cucu Nuh bernama Cush. Ia menikahi seorang perempuan jahat bernama Semiramis yang kelak menjadi ratu Babylonia.
Di dalam dunia mistik sesat, ada beberapa bentuk dari perempuan jahat ini, di antaranya: Venus, Ashtoreth, Diana, Isis. Simbol setan sering dikaitkan dengan persoalan hubungan seks yang tak lazim. Di bawah sinar bintang dan rembulan, upacara ritual ini melibatkan para pengikutnya menikmati seks satu sama lain atas nama setan.
Berhati-hatilah terhadap simbol-simbol ini dan praktek-praktek kesesatan yang mungkin tanpa Anda sadari ada di lingkungan sekitar Anda. Biasanya kelompok aliran sesat selalu menjalankan aktifitasnya dengan cara terselubung dan bersembunyi di balik topeng-topeng ilusi yang membiuskan
sumber : http://exsysmansa.wordpress.com/

SEJARAH BERDIRINYA NEGARA ISRAEL


A. Perjalanan sejarah bangsa Israel                            

Max I. Dimont, sejarawan Yahudi, dalam bukunya “Jews, God, and History”, menulis, “ Ketika, akhirnya, pada abad XII SM, bangsa Yahudi menetap di sebuah negara yang dapat mereka sebut sebagai milik mereka sendiri, mereka memilih sejalur wilayah yang merupakan koridor bagi tentara imperium-imperium yang sedang berperang, Bangsa Yahudi harus membayar pilihan ini, terbantai di medan pertempuran, dijual sebagai budak, atau dideportasi ke negeri-negeri asing, Tapi
mereka terus datang ke tempat tua tersebut, membangun jalur pemukiman kecil baru yang secara berganti-ganti disebut sebagai Kan’an, Palestina, Israel, Judah, Judea dan sekarang Israel lagi”, Sebagai seorang ilmuwan Yahudi dan juga mayoritas kaum Yahudi lainnya, Max I. Damon meyakini secara aqidah bahwa palestina adalah milik bangsa Yahudi, karena nenek moyang mereka pernah mendirikan sebuah negara disana.

Kawasan itu merupakan kawasan strategis yang menghubungkan antara Asia,  Afrika dengan Eropa, Dan dengan doktrin aqidah yang demikian kental, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, bangsa Yahudi tidak mengenal putus asa untuk kembali ke Palestina.

Kaum Yahudi sekarang, secara umum, terdiri dari dua kategaori besar, Pertama, disebut bangsa Sam (Semitic), mengaku sebagai keturunan nabi IBRAHIM as, lazim juga disebut bangsa Kan’an, Yang kedua adalah yang bukan Sam, seperti yang berkulit hitam dan sebagainya, bukanlah keturunan langsung dengan nabi IBRAHIM as.

Nabi Ibrahim as berasal dari Ur, Irak selatan, kemudian hijrah ke Kan’an Palestina  sekitar tahun 2000 SM, disitulah lahir nabi ISHAQ as, kemudian berputera nabi YA’QUB As, kemudian berputera nabi Yusuf as, Kan’an ketika itu terhitung sebah desa, Al Qur’an menyebutnya baduwi (QS 12:100).

Setelah nabi Yusuf as menjadi pembesar di Mesir, nabi YAQUB As beserta seluruh  keluarganya hijrah ke Mesir, Di Mesir mereka mengalami kemajuan dan perkembangan, baik dari segi jumlah orang, maupun kekayaan dan kedudukan. Setelah nabi Yusuf as meninggal dunia, kondisi sosial mereka yang semula terhormat mulai bergeser, karena mereka meninggalkan amar ma’ruf dan nahi munkar, serta jauh dari syariat nabi YUSUF as.


Kerajaan Mesir yang tadinya mereka kuasai, diambil alih kembali oleh penduduk asli Mesir dengan menghidupkan kembali Pharaoisme. Sejak itulah bangsa Yahudi mengalami nestapa, mereka diperbudak berabad-abad lamanya oleh bangsa Hykhos, nama sukun dari Asia dan kemudian oleh bangsa Mesir sendiri.

Sesuai dengan kehendak Allah swt, kemudian nabi Musa as lahir, dia keturunan  ani Israel dari suku Levi, beliau diselamatkan Allah swt dari petaka Fir’aun, bahkan menjadi putra angkat sampai menginjak dewasa. Karena membunuh bangsa Mesir untuk membela orang Yahudi, nabi Musa. As melarikan diri ke Madyan dan menikah dengan seorang puteri nabi Syu’aib as, setelah selama sepuluh tahun bersama keluarga besar nabi Syu’aib as, Allah swt memerintahkannya kembali ke Mesir, sebagai seorang rasul yang diutus kepada bani Israel, Nabi MUSA as pun berdakwah menyebarkan risalahnya, sampai beliau bersama sejumlah pengikutnya harus hijrah kembali ke Palestina, karena Fir’aun berkehendak membersihkan mereka dari bumi Mesir.

Didalam al Qur’an 5:21-26, perintah menuju Palestina memang datang dari Allah swt, tapi mereka enggan masuk ke Palestina meskipun dijamin kemenangan oleh Allah swt, bahkan berani berkata tidak sopan kepada nabi Musa as, maka Allah swt mengharamkan bumi Palestian selama empat puluh tahun dan mereka terlunta-lunta di padang Tiih.

Fakta sejarah menunjukkan bahwa hampir duaratus tahun bangsa Yahudi terpontang-panting dikawasan tidak bertuan (padang Tiih) dan sekitarnya, sampai nabi DAUD as dan Nabi SULAIMAN as berhasil mendirikan kerajaan di Palestina, tahun 1040-970 SM.

Kerajaan nabi DAUD as yang kemudian dilanjutkan oleh nabi SULAIMAN as itu hanya utuh selama beliau masih hidup, setelah nabi SULAIMAN as wafat, kerajaan itu pecah menjadi dua, Kerajaan Yahuda dan Kerajaan Israel.

Pada tahun 721 SM, kerajaan Israel ditaklukkan oleh Tiglath-Pileser III, raja Assyyira. Pada tahun 586 SM, raja Nebuchadnezzar menaklukkan kerajaan Yahuda. Seluruh bangsa Yahudi digiring ke Babylonia untuk menjadi budak. Di Babylonia itulah para pemuka Yahudi menanamkan doktrin ‘janji kembali ke kampung halaman’ kepada para pengikutnya.

Kemudian pada tahun 550 SM, hampir seluruh kawasan Palestina diintegrasikan  kedalam kekuasaan Persia, Ketika Alexander the greath menguasai Palestina pada tahun 334 SM, Alexander membawa bangsa Yahudi ke Yunani, dari sini mereka kemudian menyebar ke berbagai kawasan di Eropa. Kemudian sejak tahun 160 SM diintegrasikan kedalam kekaisaran Romawi.

Pengungsian besar-besaran bangsa Yahudi terjadi lagi pada tahun 66 M sampai  tahun 70 M, setelah pemberontakan mereka terhadap penguasa Romawi gagal dan Gubernur Romawi pada waktu itu, Titus membantai puluhan ribu orang Yahudi untuk memadamkan pemberontakan.

Demikianlah seterusnya sampai kedatangan Islam pertama kali dipimpin oleh Umar bin Khattab ra pada tahun 637 M, mengikuti kemenangan Khalid bin Walid terhadap Romawi Binzantium di Damascus pada tahun 635 M, Umar bin Khattab ra kemudian mewaqafkan Yerusalem dan tanah Palestina kepada umat Islam seluruh dunia.

Pada tahun 1099 M tentara salib (crusaders) berhasil menguasai Palestina dan kota Yerusalem, dengan membantai 70.000 penduduknya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Dengan ijin Allah swt, pada tahun 1187 M, pahlawan Islam, Shalahuddin Yusuf bin Ayyub mengembalikannya kembali dalam pangkuan Islam dan tetap mempertahankannya, meskipun selama lima tahun sampai 1192 M, harus berperang dengan seluruh raja-raja besar Eropa seperti Richard (Inggris),
Frederick (Jerman), Leopold (Austria), Louis (Perancis), raja Sisilia, yang berusaha merebut Yerusalem kembali, tetapi mereka tidak berhasil.

Dalam naungan Islam, negeri Palestina dan kehidupan antar bangsa Yahudi, Filistin dan Arab mengalami perdamaian sampai negeri ini lepas dari naungan Islam pada tahun 1917 setelah Inggris mengalahkan bani Ustmaniyyah dalam Perang Dunia I, mandat Inggris ini dikokohkan dalam konferensi San Remo tahun 1920, dan pembela Palestina yang utama hilang bersamaan dengan
runtuhnya bani Ustmaniyyah pada tahun 1924.

B. Beberapa karakter Yahudi didalam Al-Qur’an

Bila kita membuka Al Quran, maka pertama kali kita temukan adalah surah Al  Fatihah yang kita baca setiap kali shalat, Surah pertama itu sudah mulai berbicara mengenai hakikat Yahudi, yakni mereka adalah orang-orang yang dimurkai Allah (al-maghdhubi-‘alaihim). Demikian pula surah Al Baqarah , kita akan menemukan di dalamnya 83 ayat berturut-turut berbicara tentang Yahudi, dimulai dari ayat 40 sampai ayat 123, Kemudian disusul dengan puluhan ayat lainnya yang
kesemuanya menyoroti tingkah laku kaum Yahudi dalam beragam kondisi dan masalah.

Yang lebih menarik ialah, ayat-ayat tersebut mampu memberikan gambaran sebagian besar sejarah bangsa Yahudi yang penuh kenistaan serta memberikan kata kunci yang menjelaskan watak asli mereka, Kata kunci itu terdapat dalam ayat 120 surah Al Baqarah yang artinya, secara psikologis dan historis, mereka tidak pernah dan tidak akan ridha terhadap uamt Islam, Meskipun pada waktu tertentu mereka memperlihatkan sikap manis dan tutur kata yang halus, mereka tetap melihat umat, Islam dengan penuh curiga dan dendam dan menganggap umat Islam merupakan ancaman utama bagi eksistensi Yahudi.
Catatan sejarah mengenai hal ihwal Yahudi ini kita temukan secara lengkap dalam  Al Quran di pelbagai surah, Bahkan bani Israil adalah umat yang paling banyak disoroti Al Quran daripada umat lain, Sebab Yahudi adalah tipikal manusia unik.

Perjalanan hidup mereka perlu dijadikan pelajaran agar tingkah laku, pola pikir dan sikap pembangkangan mereka terhadap kebenaran yang dibawa para rasul, serta kecenderungan mereka melakukan kerusakan di muka bumi tidak terulang
kembali pada umat nabi Muhammad. Juga agar kelicikan dan pengkhianatan mereka terhadap apa saja bentuk perjanjian dan dengan siapa saja, dapat kita waspadai dan diantisipasi secara baik sedari awal.

C. Latar belakang berdirinya negara Israel

Bangsa Yahudi yang tinggal diperantauan, terutama di Eropa banyak dibutuhkan untuk menjadi kuli bangunan dan memajukan perekonomian, yang kesempatan itu menyebabkan mereka menjadi kelas menengah di Eropa, tetapi mereka tetap menjadi orang asing di Eropa, tahun 500 M, mereka
diintimidasi di Spanyol, tahun 1300 M diusir dari Inggris, tahun 1400 M diusir dari Perancis, tahun 1500 M diusir dari Spanyol. Pada abad inilah Yahudi memperluas petualangannya sampai ke Eropa Timur, Rusia dan Amerika Selatan.

Selama satu abad, 1600 M sampai 1700 M, kaum Yahudi berhasil menguasai pasar dan perekonomian Eropa, dan bahkan mereka melibatkan diri dalam pendalaman ilmu pengetahuan modern.

Akhirnya mereka mulai melihat titik terang yang akan menyinari jalan ketika mereka hendak melangkah untuk kembali ke Palestina, Para ilmuwan mereka mulai berfikir merumuskan teori revolusi yang akan menghancurkan kehidupan manusia, dengan tujuan untuk mengacau dunia sehingga mempermudah jalan menuju Palestina.

Pada tanggal 1 mei 1776, tokoh Yahudi Nathan Bernbaum, mendirikan Zionisme Internasional, dua bulan sebelum kemerdekaan Amerika dideklarasikan. Yahuda Kalai (1798–1878), tokoh yang lain mempertegas perlunya negara Yahudi di Palestina. Izvi Hirsch (1795–1874), membuat studi
agar diaspora Yahudi bisa mendirikan negara di Palestina, Moses Hess tokoh  Yahudi membuat buku Roma dan Yerusalem, Theodore Herzl (1860 – 1904) membuat buku der Yudentaat (Negara Yahudi) pada tahun 1896.

Untuk dunia Islam mereka tiupkan revolusi nasionalisme, melalui Lowrence of arabica, mereka berhasil memecahbelah negeri Arab untuk melepaskan diri dari khilafah Utsmaniyyah.

Meskipun Eropa dan Rusia sudah berhasil dikacaukan, penghalang utama cita-cita bangsa Yahudi adalah khilafah Ustmaniyah, yang menjadi penjaga setia tanah Palestina.


D. Sejarah berdirinya negara Israel

Berbagai langkah dan strategi dilancarkan oleh kaum Yahudi untuk menembus dinding khilafah Utsmaniyyah, agar mereka dapat memasuki Palestina.
Pertama, pada tahun 1892, sekelompok Yahudi Rusia mengajukan permohonan kepada sultan Abdul Hamid, untuk mendapatkan ijin tinggal di Palestina,  Permohonan itu dijawab sultan dengan
ucapan “Pemerintan Ustmaniyyah memberitahukan kepada segenap kaum Yahudi  yang ingin hijrah ke Turki, bahwa mereka tidak akan diijinkan menetap di Palestina”, mendengar jawaban seperti itu kaum Yahudi terpukul berat, sehingga duta besar Amerika turut campur tangan.

Kedua, Theodor Hertzl, penulis Der Judenstaat (Negara Yahudi), founder Negara Israel sekarang, pada tahun 1896 memberanikan diri menemuai sultan Abdul Hamid sambil meminta ijin mendirikan gedung di al Quds. Permohonan itu dijawab sultan “Sesungguhnya imperium Utsmani
ini adalah milik rakyatnya. Mereka tidak akan menyetujui permintaan itu. Sebab itu simpanlah kekayaan kalian itu dalam kantong kalian sendiri”.

Melihat keteguhan sultan, mereka kemudian membuat strategi ketiga, yaitu melakukan konferensi Basel di Swiss, pada 29-31 agustus 1897 dalam rangka merumuskan strategi baru menghancurkan khilafah Ustmaniyyah.

Karena gencarnya aktivitas Yahudi Zionis akhirnya sultan pada tahu 1900 mengeluarkan keputusan pelarangan atas jamaah peziarah Yahudi di Palestina untuk tinggal disana lebih dari tiga bulan,
paspor Yahudi harus diserahkan kepada petugas khilafah terkait, dan pada tahun 1901 sultan mengeluarkan keputusan mengharamkan penjualan tanah kepada Yahudi di Palestina.

Pada tahun 1902, Hertzl untuk kesekian kalinya menghadap sultan Abdul Hamid untuk melakukan  risywah. Diantara risywah yang disodorkan Hertzl kepada sultan adalah :
1.       150 juta poundsterling Inggris khusus untuk sultan.
2.       Membayar semua hutang pemerintah Ustmaniyyah yang mencapai 33 juta poundsterling
Inggris.
3.       Membangun kapal induk untuk menjaga pemerintah, dengan biaya 120 juta Frank
4.       Memberi pinjaman 5 juta poundsterling tanpa bunga.
5.       Membangun Universitas Ustmaniyyah di Palestina.
Semuanya ditolak sultan, bahkan sultan tidak mau menemui Hertzl, diwakilkan kepada Tahsin Basya, perdana menterinya, sambil mengirim pesan “Nasehati mr. Hertzl agar dia tidak terlalu serius menanggapi masalah ini. Sesungguhnya saya tidak sanggup melepaskan kendati hanya satu jengkal tanah itu, Palestina, sebab bukan milik pribadiku. Tapi milik rakyat, rakyatku sudah
berjuang memperolehnya sehingga mereka siram dengan darah. Silahkan Yahudi itu menyimpan kekayaan mereka yang milyaran itu. Bila pemerintahanku sudah  tercabik-cabik, saat itu mereka baru bisa menduduki Palestina dengan gratis. Adapun jika saya masih hidup, maka tubuhku terpotong-potong adalah lebih ringan ketimbang Palestina terlepas dari pemerintahanku, Kasus ini
tidak boleh terjadi. Karena saya tidak kuasa melihat tubuhku diotopsi sedang  nadiku masih berdenyut”.

Berbagai cara kotor dilancarkan Yahudi untuk menghancurkan dunia Islam, Mereka mulai dengan menghancurkan Khilafah Utsmaniyah agar dapat menduduki Palestina. Mereka melakukan lobi dengan Inggris, Perancis, Rusia dan Amerika.

1.       Pada tanggal 1 mei 1776, tokoh Yahudi Nathan Bernbaum, mendirikan Zionisme Internasional, dua bulan sebelum kemerdekaan Amerika dideklarasikan.
2.       Yahuda Kalai (1798–1878), tokoh yang lain mempertegas perlunya negara Yahudi di Palestina.
3.       Izvi Hirsch (1795–1874), membuat studi agar diaspora Yahudi bisa mendirikan negara di Palestina.
4.        Theodore Herzl (1860 – 1904) membuat buku der Yudentaat (negara  Yahudi) pada tahun 1896.
5.       1897, Konferensi Basel , Swiss yang disponsori oleh Hertzl, merumuskan penghancuran Bani Ustmaniyah.
6.       1907, meningkatnya aktivitas Freemasonry untuk menjatuhkan Sultan Abdul Hamid dari kursi khilafah.
7.       1917, perjanjian Balfour untuk memberikan Palestina sebagai tanah air bagi Yahudi.
8.       1927, meningkatnya pembangunan rumah dan gedung milik Yahudi di Palestina atas bantuan Inggris.
9.       1937, Yahudi di Palestina mulai membangun kekuatan terorisme bersenjata. Kemudian mereka mendapat bantuan senjata dan latihan militer dari sekutu ketika terlibat dalam PD II
10.   Nopember 1947, dikeluarkanlah resolusi PBB tentang pembagian tanah Palestina anatara penduduk Palestina dengan Yahudi pendatang itu, Kemudian menyusul pembubaran Ikhwanul Muslimin dan pembunuhan terhadap Hasan al Banna yang banyak berperan membela Palestina.
11.   1956, Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel setelah gerakan Islam di kawasan Arab dipukul.
12.   1967, semua kawasan Palestina jatuh ke tangan Yahudi, demikian juga dataran Tinggi Golan dan Sinai. Terjadi setelah penggempuran terhadap Gerakan Islam dan  hukuman gantung terhadap Sayyid Quthb.
13.   1977, serangan terhadap Libanon dan perjanjian Camp David yang disponsori Anwar Sadat.
14.   1988, surat rahasia Yasser Arafat untuk mengakui eksistensi Israel, berjanji hidup damai dengan Yahudi dan akan menumpas segala aktivitas rakyat Palestina yang melawan Israel.
15.   1993 Perjanjian Gaza Ariha mengenai pemerintahan sendiri interim bagi bangsa Palestina di wilayah-wilayah pendudukan Israel.
16.   1994 Kesepakatan yang memberikan otonomi pertama kepada Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
17.   1995 Kesepakatan perluasan otonomi Palestina ke sebagian besar Tepi Barat.
18.   1996 Pemilu pertama bangsa Palestina, Yasser Arafat terpilih menjadi Presiden.
19.   1997 Kesepakatan perluasan otonomi Hebron dan Tepi Barat.
20.   1998 Kesepakatan transfer 13 persen wilayah Tepi Barat dari Israel ke Palestina dengan imbalan jaminan keamanan.
21.   1999 Kesepakatan Wye River II, di Mesir.
22.   2000 Pertama kali Paus ke Yerusalem dan membela perlunya tanah air bagi Palestina.
23.   2001 Ariel Sharon menggantikan Ehud Barak
24.   2002 Israel membunuh pemimpin brigade al Aqsho, Raed el-Karmi.

D. Tokoh penting di balik berdirinya negara Israel

Beberapa tokoh penting dialik berdirinya negara Israel adalah : Theodore Hertzl,  Arthur J Balfour, David ben Gurion, Golda Meir, Gamal Abdel Nasser, Moshe Dayan, Abdullah, Yasser Arafat, Anwar Sadat, Jimmy Carter, Menachem Begin, Yitzhak Rabin, Bill Clinton, Benjamin Netanyahu, Ariel Sharon dan lain-lain.

E. Kejahatan Yahudi terhadap dunia terutama Islam

Beberapa kejahatan Yahudi terhadap Islam telah dijelaskan terdahulu, antara lain dengan lahirnya ideologi Nasionalisme, Kapitalisme, Marxisme, Komunisme dan lainnya.

Menurut Dr Jusuf Qordhowi, dimasa yang akan datang tantangan kejahatan besar Yahudi terhadap Islam adalah kejahatan Zionisme, kejahatan Naturalisasi dan kejahatan Globalisasi.

“Dunia Islam kini sedang terbakar. Setiap kita berkewajiban segera menyiramkan air sekalipun sedikit untuk memadamkan api yang bisa dipadamkan, tanpa menunggu orang lain.” Syaikh Amjad Al Zahawi.

“ Israel akan berdiri dan akan tetap berdiri sampai Islam menghancurkannya sebagaimana telah  dihancurkan sebelum ini.” Imam Syahid Hasan Al Banna

Sumber :
Abu Ridha, Palestina, Nasibmu Kini. Yayasan SIDIK, Jakarta, 1994
Ja’far, Fathuddin MA, Dunia Islam Versus Tata Dunia Baru. LPPD Khairu Ummah, Jakarta,1994
Abu Ridha, Rencana Zionis Melumpuhkan Shahwah Islamiyah. Yayasan SIDIK, Jakarta, 1995 Suleiman